Mengenal Sejarah Kue Lumpur Panggang, Kue Tradisional yang Lembut dan Manis

Sejarah Kue Lumpur Panggang: Asal-Usul, Perkembangan, dan Keunikan Jajanan Tradisional Indonesia

Kue lumpur panggang merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang terkenal dengan teksturnya yang lembut, rasa manis dan gurih, serta aroma harum dari santan dan pandan. Kue ini banyak dijumpai di pasar tradisional, toko kue, hingga berbagai acara keluarga.

Meskipun memiliki nama “lumpur”, kue ini bukanlah makanan yang terbuat dari lumpur. Nama tersebut sering dikaitkan dengan teksturnya yang halus, lembut, dan sedikit basah. Hingga kini, kue lumpur tetap digemari dan mengalami berbagai perkembangan rasa serta bentuk sesuai selera masyarakat.

Asal-Usul Kue Lumpur Panggang

2. Perkembangan Kue Lumpur di Indonesia

Kue lumpur kemudian berkembang sebagai jajanan pasar yang dikenal di berbagai daerah Indonesia, terutama di kawasan Betawi dan Jawa Timur. Dalam tradisi Betawi, kue ini juga dikenal dengan sebutan kue kelen. Seiring perkembangannya, kue lumpur menjadi salah satu sajian dalam acara keluarga, perayaan, dan berbagai kegiatan masyarakat.sumber: Pradhika Arya Adhiguna dan Sukarman.(2026)

Dalam proses adaptasinya, bahan-bahan kue lumpur disesuaikan dengan bahan yang mudah ditemukan di Indonesia. Kentang, tepung terigu, santan, telur, gula, dan vanili menjadi bahan yang umum digunakan. Perpaduan tersebut menghasilkan cita rasa manis dan gurih dengan tekstur lembut yang berbeda dari kue custard Eropa.sumber: Politeknik Kesehatan Denpasar.(2024)

Kue lumpur juga berkembang menjadi produk kuliner khas daerah. Salah satu contohnya adalah kue lumpur bakar Sidoarjo, yang dikenal dengan teknik pemasakan menggunakan cetakan dan bara arang. Cara memasak tersebut menjadi salah satu ciri khas dalam perkembangan kue lumpur di daerah tersebut.

3. Ciri Khas Kue Lumpur Panggang

Kue lumpur panggang memiliki bentuk bulat dan pipih dengan permukaan berwarna kuning keemasan. Teksturnya lembut, halus, dan sedikit basah sehingga terasa lumer ketika dimakan. Nama “lumpur” sering dikaitkan dengan teksturnya yang licin dan lembut menyerupai lumpur.sumber: Oleh Badiatul Muchlisin Asti.(2023)

Bahan yang digunakan umumnya terdiri dari kentang, tepung terigu, telur, gula, santan, dan margarin. Kue ini biasanya diberi topping berupa kismis atau potongan kelapa muda. Selain mempercantik tampilan, topping tersebut memberikan tambahan rasa dan tekstur pada kue.sumber: Gayuh Tri Pinjungwati.(2023)

Teknik pemanggangan dilakukan menggunakan cetakan khusus dengan api kecil atau menggunakan oven. Proses tersebut membuat bagian permukaan kue matang, sedangkan bagian dalamnya tetap lembut. Pada kue lumpur bakar khas Sidoarjo, pemasakan secara tradisional dilakukan menggunakan cetakan di atas tungku arang dengan wadah berisi bara sebagai penutupnya.

4. Variasi Kue Lumpur Panggang

Seiring perkembangan kuliner, kue lumpur memiliki berbagai variasi yang dibuat berdasarkan bahan dan selera masyarakat. Beberapa variasi yang dikenal antara lain:

  • Kue lumpur kentang: Menggunakan kentang kukus yang dihaluskan untuk menghasilkan tekstur lembut dan rasa gurih.

  • Kue lumpur pandan: Menggunakan pandan sebagai pemberi aroma harum dan warna hijau.

  • Kue lumpur labu kuning: Menggunakan labu kuning yang memberikan warna alami serta rasa manis.

  • Kue lumpur keju: Menggunakan keju sebagai topping atau campuran untuk memberikan cita rasa gurih.

Penggunaan bahan dan topping yang berbeda memperlihatkan perkembangan kue lumpur dari jajanan tradisional menjadi kudapan dengan beragam pilihan rasa. Meskipun demikian, karakter utamanya tetap berupa kue berbentuk bulat pipih dengan tekstur lembut dan rasa manis gurih.

Baca juga: Resep Kue Lumpur Panggang

Kesimpulan

Kue lumpur panggang merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang berkembang melalui proses adaptasi budaya dan pemanfaatan bahan-bahan lokal. Meskipun terdapat teori mengenai pengaruh kuliner Portugis dan Tionghoa Peranakan, asal-usul pastinya masih belum dapat dipastikan. Perkembangannya di berbagai daerah, termasuk Betawi dan Sidoarjo, menunjukkan bagaimana kue lumpur menjadi bagian dari kekayaan kuliner Nusantara. Hingga kini, kue lumpur tetap digemari karena teksturnya yang lembut, cita rasanya yang khas, serta variasi penyajiannya yang terus berkembang.

Konten Lainnya