Latopia Kacang Hijau: Sejarah, Asal Usul, dan Keunikan Kue Tradisional Ini

Sejarah Kuliner Latopia Kacang Hijau: Jejak Akulturasi Tionghoa dan Kuliner Khas Tegal

Latopia kacang hijau merupakan salah satu makanan khas Kota Tegal, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai oleh-oleh sekaligus camilan tradisional masyarakat setempat. Sekilas, bentuk latopia menyerupai bakpia, tetapi keduanya memiliki karakter yang berbeda. Latopia umumnya berukuran lebih besar, memiliki kulit yang lebih tebal dan renyah, serta bagian dalam yang lebih padat. Salah satu isian yang paling dikenal adalah kacang hijau yang dipadukan dengan gula sehingga menghasilkan rasa manis dan gurih.sumber: inibaru – Arie Widodo.(2026)

Asal Nama Latopia

Nama latopia atau laktopia dipercaya memiliki hubungan dengan istilah Tionghoa lektopia. Dalam salah satu penjelasan etimologis, kata tersebut dikaitkan dengan lek tao atau lek tau yang berarti kacang hijau, sedangkan pia merujuk pada kue. Dengan demikian, latopia secara sederhana dapat dipahami sebagai kue pia yang berisi kacang hijau. Namun, asal-usul istilah tersebut belum memiliki catatan sejarah yang benar-benar memastikan kapan istilah itu pertama kali digunakan di Tegal.sumber: suara merdeka – Haikal Aditya.(2026)

Pengaruh Budaya Tionghoa di Tegal

Sejarah latopia tidak dapat dipisahkan dari keberadaan masyarakat Tionghoa di kawasan Pantai Utara Jawa, termasuk Tegal. Tradisi pembuatan kue pia kemudian berkembang di lingkungan masyarakat setempat dan mengalami penyesuaian terhadap bahan serta selera masyarakat Tegal. Proses tersebut menjadi salah satu contoh akulturasi kuliner, yaitu pertemuan tradisi makanan Tionghoa dengan budaya dan kebiasaan masyarakat lokal.sumber: inibaru – Arie Widodo.(2026)

Salah satu sumber menyebutkan bahwa pada masa awal perkembangannya, laktopia dibuat secara turun-temurun oleh warga keturunan Tionghoa di Tegal. Seiring berjalannya waktu, pembuatan latopia kemudian semakin luas dan dilakukan pula oleh industri rumahan. Hal ini membuat latopia tidak lagi hanya menjadi makanan dari komunitas tertentu, tetapi berkembang menjadi salah satu identitas kuliner Kota Tegal.sumber: detikFood.(2010)

Latopia Kacang Hijau sebagai Varian Awal

Kacang hijau menjadi salah satu isian yang sangat erat dengan latopia. Beberapa sumber menyebutkan bahwa pada awalnya latopia hanya memiliki isian kacang hijau, sebelum kemudian muncul berbagai variasi rasa lainnya. Isian kacang hijau dibuat dengan perpaduan kacang hijau dan gula, kemudian dibungkus menggunakan adonan tepung dan dipanggang hingga matang.sumber: PanturaPost – Ana Lainda.(2021)

Baca juga: Resep Latopia Kacang Hijau

Proses pemanggangan menghasilkan karakter yang menjadi pembeda latopia dari bakpia pada umumnya. Kulit latopia cenderung lebih kering, tebal, dan renyah, sedangkan bagian isiannya terasa lebih padat. Karakter tersebut membuat latopia dapat bertahan cukup lama sehingga cocok dibawa sebagai oleh-oleh dari Tegal.

Perkembangan Latopia dari Masa ke Masa

Seiring perkembangan selera masyarakat, latopia tidak hanya dibuat dengan isian kacang hijau. Berbagai produsen kemudian mengembangkan varian seperti cokelat, keju, susu, gula aren, durian, dan beberapa jenis buah. Meskipun variasinya semakin banyak, latopia kacang hijau tetap menjadi salah satu varian yang dikenal dan banyak dicari.sumber: inibaru – Arie Widodo.(2026)

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa latopia mampu mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan ciri utamanya sebagai kue pia khas Tegal. Dari makanan yang awalnya berkembang dalam lingkungan masyarakat Tionghoa, latopia kemudian menjadi makanan yang lebih luas diterima masyarakat dan dikenal sebagai salah satu buah tangan khas daerah Tegal.sumber: detikFood.(2010)

Latopia sebagai Identitas Kuliner Tegal

Saat ini, latopia mudah ditemukan di berbagai toko oleh-oleh dan pasar di wilayah Kota maupun Kabupaten Tegal. Bentuknya yang relatif tahan lama, ukurannya lebih besar dibandingkan bakpia pada umumnya, serta cita rasanya yang manis dan gurih membuatnya sesuai dijadikan buah tangan bagi wisatawan.sumber: InfoTegal.(2011)

Lebih dari sekadar makanan ringan, latopia kacang hijau memperlihatkan bagaimana sebuah makanan dapat menjadi bagian dari perjalanan sejarah suatu daerah. Perpaduan pengaruh budaya Tionghoa dengan lingkungan kuliner lokal Tegal membuat latopia memiliki karakter tersendiri. Hingga sekarang, latopia tetap dipertahankan dan dikembangkan melalui berbagai varian, sementara kacang hijau tetap menjadi salah satu rasa yang paling melekat dengan identitas kuliner tersebut.

Kesimpulan

Latopia kacang hijau merupakan kuliner khas Tegal yang memiliki hubungan erat dengan tradisi kue pia dan sejarah komunitas Tionghoa di kawasan Pantura. Nama latopia dipercaya berkaitan dengan istilah Tionghoa yang merujuk pada pia berisi kacang hijau, meskipun belum terdapat catatan pasti mengenai kapan dan di mana latopia pertama kali dibuat. Dalam perkembangannya, makanan ini mengalami akulturasi dengan budaya lokal Tegal dan berubah menjadi salah satu oleh-oleh khas daerah. Kacang hijau yang dahulu menjadi isian utama kemudian berkembang menjadi berbagai varian rasa, tetapi tetap mempertahankan ciri khas kulit yang tebal, kering, dan renyah.

Konten Lainnya