Sejarah Kuliner Kue Keciput Wijen: Camilan Renyah Khas Kudus yang Melegenda
Keciput wijen merupakan salah satu camilan tradisional yang dikenal luas sebagai makanan khas Kudus, Jawa Tengah. Bentuknya kecil dan umumnya bulat atau sedikit lonjong, dengan seluruh permukaannya dibalut biji wijen. Sekilas, keciput tampak seperti onde-onde dalam ukuran mini, tetapi memiliki perbedaan penting: keciput tidak memiliki isian dan teksturnya lebih kering serta renyah.sumber: Wonderful Indonesia.
Asal Usul Kue Keciput
Keciput telah lama dikenal sebagai salah satu jajanan tradisional masyarakat Kudus dan daerah sekitarnya. Sumber pariwisata Indonesia menyebut keciput sebagai camilan kering khas Kudus yang dibuat dari adonan tepung ketan dan dilapisi biji wijen putih. Karena bentuknya menyerupai onde-onde kecil, keciput sering dianggap sebagai versi mini dari onde-onde, meskipun cara penyajian dan teksturnya berbeda.sumber:Wonderful Indonesia
Belum ditemukan sumber sejarah yang secara pasti menjelaskan siapa pencipta keciput dan kapan pertama kali kue ini dibuat. Oleh karena itu, sejarah keciput lebih tepat dipahami melalui perkembangannya sebagai makanan rumahan dan bagian dari tradisi kuliner masyarakat Kudus.
Keciput dan Tradisi Lebaran
Salah satu hal yang membuat keciput memiliki kedudukan khusus dalam kuliner Kudus adalah hubungannya dengan perayaan Idulfitri. Keciput secara turun-temurun sering disajikan di meja tamu ketika Lebaran. Tradisi ini membuat keciput bukan sekadar camilan, tetapi juga bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menyambut keluarga dan tamu yang datang bersilaturahmi.
Pada masa lalu hingga sekarang, sebagian masyarakat membuat keciput sendiri menjelang Lebaran. Proses pembuatannya dapat menjadi kegiatan bersama keluarga, mulai dari menyiapkan adonan, membentuknya menjadi ukuran kecil, melapisinya dengan wijen, hingga menggorengnya. Sementara itu, masyarakat yang tidak membuat sendiri dapat membeli keciput dari produsen atau toko oleh-oleh.sumber: SuaraBaru – R Widayartono.(2023)
Ciri Khas dan Bahan Kue Keciput
Ciri paling mudah dikenali dari keciput adalah ukurannya yang kecil dan lapisan biji wijen di bagian luar. Bahan dasarnya umumnya menggunakan tepung ketan, sementara bahan tambahan dapat berupa telur, gula, santan atau bahan lain sesuai resep masing-masing pembuat.sumber: Wonderful Indonesia.
Baca juga: Resep Kue Keciput Wijen
Setelah adonan dibentuk kecil-kecil, permukaannya dilapisi wijen kemudian digoreng hingga matang. Proses penggorengan tersebut menghasilkan tekstur yang kering dan renyah. Biji wijen tidak hanya memberikan tampilan khas, tetapi juga menambah aroma dan rasa gurih pada keciput.sumber: MuriaNews – Dian Utoro Aji.(2018)
Perbedaan Keciput dengan Onde-Onde
Meskipun memiliki kemiripan dengan onde-onde, keciput mempunyai karakter tersendiri. Onde-onde umumnya berukuran lebih besar dan memiliki isian, sedangkan keciput berukuran jauh lebih kecil dan biasanya tidak memiliki isian. Teksturnya juga lebih kering dan renyah karena keciput dibuat sebagai camilan kering.sumber: Kabar singapama – Aris M Vitrinan.(2024)
Kemiripan tersebut menunjukkan adanya hubungan dari segi bentuk dan penggunaan wijen, tetapi keciput kemudian berkembang dengan karakter yang berbeda dalam tradisi kuliner masyarakat Kudus.
Dari Kue Rumahan Menjadi Oleh-Oleh Khas Kudus
Seiring berkembangnya pariwisata dan usaha kuliner, keciput tidak hanya dibuat untuk konsumsi keluarga saat Lebaran. Kue ini kemudian berkembang menjadi salah satu oleh-oleh khas Kudus. Wisatawan dapat menemukannya di berbagai toko oleh-oleh, sehingga keciput semakin dikenal oleh masyarakat dari luar daerah.sumber: DetikJating – Nur Umar Akashi.(2025)
Perkembangan usaha keciput juga dapat dilihat dari munculnya produsen yang mempertahankan resep keluarga secara turun-temurun. Salah satu contohnya adalah usaha keciput Baskuni Jaya di Kudus yang dilaporkan masih mempertahankan resep warisan orang tua dalam proses produksinya. Hal tersebut menunjukkan bagaimana resep tradisional dapat diteruskan antargenerasi sekaligus dikembangkan menjadi usaha kuliner.sumber: BetaNews – Rabu Sipan.(2020)
Tidak hanya di Kudus, keciput juga dikenal di wilayah sekitar seperti Jepara. Salah satu sumber mencatat keciput sebagai camilan khas Kudus dan Jepara serta menjadi salah satu produk oleh-oleh yang diproduksi oleh industri rumah tangga di daerah tersebut.sumber: detikJateng – Nur Umar Akashi.(2019)
Keciput di Masa Kini
Saat ini, keciput tetap mempertahankan bentuk dan karakter dasarnya, yaitu berukuran kecil, renyah, serta menggunakan wijen sebagai ciri utama. Namun, perkembangan selera konsumen membuat beberapa produsen menghadirkan variasi rasa seperti cokelat, pandan, keju, dan jagung bakar.
Salah satu contoh perkembangan tersebut dapat dilihat dari usaha Keciput Special di Kudus yang mulai memproduksi keciput sejak 1985. Menurut keterangan generasi ketiga pemilik usaha tersebut, produksinya pada awalnya hanya berupa keciput rasa orisinal. Kemudian, usaha tersebut berkembang dengan berbagai varian rasa dan membuka toko pada 2005.
Keciput sebagai Warisan Kuliner
Perjalanan keciput menunjukkan bahwa sebuah makanan tradisional tidak selalu harus memiliki catatan sejarah mengenai pencipta pertama untuk menjadi bagian penting dari budaya kuliner. Melalui kebiasaan masyarakat membuat dan menyajikannya saat Lebaran, resep yang diwariskan dalam keluarga, serta perkembangan usaha oleh-oleh, keciput terus mempertahankan keberadaannya hingga sekarang.
