Sejarah Kuliner Kue Kuping Gajah: Kue Tradisional Indonesia yang Tetap Populer
Mengenal Kue Kuping Gajah
Kue kuping gajah merupakan salah satu kue kering tradisional Indonesia yang dikenal karena bentuknya yang tipis, lebar, dan bermotif spiral. Namanya berasal dari bentuk kue yang dianggap menyerupai telinga gajah. Kue ini umumnya memiliki perpaduan warna cokelat dan krem atau putih dengan tekstur renyah serta rasa manis dan gurih. Kamus Bergambar Istilah Kuliner Tradisional di Yogyakarta yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga mencatat kuping gajah sebagai kue kering yang dibuat dari tepung terigu, telur, dan gula, berbentuk pipih dan lebar menyerupai telinga gajah serta memiliki motif spiral.sumber: Wikimedia – Kemendikdasmen, Nuryantini, dkk.(2024)
Asal-Usul Kue Kuping Gajah
Kue kuping gajah dikenal sebagai salah satu jajanan tradisional yang berasal dari Indonesia, khususnya dikaitkan dengan wilayah Pulau Jawa. Salah satu sumber akademik dari Universitas Negeri Jakarta menyebut kuping gajah sebagai kue tradisional khas Indonesia yang menjadi ciri khas camilan dari Kota Solo. Sumber tersebut juga menjelaskan ciri khasnya berupa bentuk tipis, bulat atau lonjong, motif cokelat-putih melingkar, rasa manis, dan tekstur renyah.
Namun, belum ada catatan sejarah yang dapat memastikan secara tepat siapa pencipta kue kuping gajah dan kapan pertama kali kue tersebut dibuat. Karena itu, kurang tepat jika menyebut kue ini diciptakan oleh tokoh atau daerah tertentu pada tahun tertentu tanpa sumber yang mendukung.
Nama “kuping gajah” sendiri sangat berkaitan dengan penampilannya. Bentuknya yang pipih dan lebar dianggap menyerupai telinga gajah. DetikFood juga menjelaskan bahwa nama tersebut kemungkinan terinspirasi dari bentuk kue yang menyerupai telinga hewan tersebut.sumber: detikfood – Maya Safira.(2016)
Ciri Khas dan Bahan Kue Kuping Gajah
Kue kuping gajah mempunyai karakteristik yang cukup mudah dikenali. Adonannya biasanya dibuat dari tepung terigu yang dicampur dengan telur, gula, mentega atau margarin, santan, garam, dan bahan pemberi rasa seperti cokelat atau vanila. Adonan kemudian dibagi menjadi dua bagian, biasanya berwarna putih dan cokelat.
Kedua adonan digilas hingga tipis kemudian ditumpuk dan digulung menjadi satu. Setelah cukup padat, gulungan adonan diiris tipis sehingga menghasilkan pola lingkaran atau spiral. Irisan tersebut kemudian digoreng hingga kering dan renyah. Teknik tersebut masih digunakan dalam pembuatan kuping gajah hingga sekarang.sumber: detikfood.(2005)
Perkembangan Kue Kuping Gajah
Seiring perkembangan zaman, kue kuping gajah tidak hanya dibuat dalam bentuk dan warna tradisional. Beberapa pembuat kue mulai mengembangkan variasi warna dan rasa. Sumber akademik Universitas Negeri Jakarta mencatat adanya variasi kuping gajah dengan warna selain cokelat-putih serta variasi rasa seperti cokelat, vanila, dan moka.
Keberadaannya hingga sekarang juga menunjukkan bahwa kuping gajah masih memiliki tempat dalam kuliner masyarakat Indonesia. Pada 2026, misalnya, RRI melaporkan bahwa kue kuping gajah kembali populer di Sumenep sebagai camilan tradisional yang banyak diminati dan dipasarkan melalui pasar tradisional, toko oleh-oleh, serta media sosial.sumber: RRI – Indravani Eka Roziyanto dan Sitti Rokayyah.(2026)
Kue Kuping Gajah sebagai Camilan Tradisional
Kuping gajah tidak hanya dikonsumsi sebagai makanan ringan sehari-hari, tetapi juga sering disajikan dalam berbagai kesempatan. Kue ini dikenal sebagai salah satu camilan yang umum disajikan ketika hari raya, termasuk Lebaran. Teksturnya yang renyah dan daya simpannya yang cukup baik membuatnya sesuai untuk disimpan sebagai persediaan kue kering.
Baca juga: Resep Kue Kuping Gajah
Sumber akademik Universitas Negeri Jakarta juga mencatat bahwa kuping gajah dapat ditemukan di pasar tradisional maupun swalayan dan digunakan sebagai camilan sehari-hari, hidangan kue kering pada hari raya keagamaan, bahkan sebagai bagian dari sajian dalam upacara keagamaan Hindu di Bali.
Kuping Gajah dan Kenangan Kuliner Masa Lalu
Salah satu hal yang membuat kuping gajah tetap dikenal sampai sekarang adalah keterkaitannya dengan kenangan terhadap jajanan masa lalu. Bentuk spiral cokelat-putih dan teksturnya yang renyah menjadi ciri yang mudah dikenali oleh masyarakat yang pernah menikmatinya sejak kecil.
Hal tersebut terlihat dalam pemberitaan RRI pada 2026 mengenai popularitas kuping gajah di Sumenep. Beberapa konsumen mencarinya karena rasa kue tersebut mengingatkan mereka pada jajanan masa kecil.sumber: RRI – Indravani Eka Roziyanto dan Sitti Rokayyah.(2026)
Kesimpulan
Kue kuping gajah merupakan salah satu kue kering tradisional Indonesia yang dikenal terutama di wilayah Jawa. Ciri khasnya berupa bentuk pipih dan lebar, motif spiral cokelat-putih, rasa manis-gurih, serta tekstur yang renyah. Nama “kuping gajah” berasal dari bentuknya yang dianggap menyerupai telinga gajah.sumber: Kemendikdasmen – Nuryantini, dkk.(2024)
