Sejarah Kue Kering Kelapa: Dari Resep Tradisional hingga Kue dalam Toples

Sejarah Kuliner Kue Kering Kelapa: Dari Resep Tradisional hingga Kue dalam Toples

Mengenal Kue Kering Kelapa

Kue kering kelapa merupakan salah satu jenis kudapan yang memanfaatkan kelapa parut atau kelapa parut kering sebagai bahan penting dalam adonan. Cita rasanya cenderung manis dan gurih dengan aroma kelapa yang khas. Bentuknya dapat beragam, mulai dari bulat, pipih, hingga dicetak menggunakan cetakan kue kering. Kue pada foto termasuk dalam bentuk kue kelapa yang dicetak dan dipanggang hingga berwarna kecokelatan.Sumber: Mustikarasa – Kue Kelapa dan Kue Kelapa Parut

Jejak Kue Kelapa dalam Kuliner Indonesia

Salah satu bukti tertulis mengenai kue berbahan kelapa terdapat dalam Mustikarasa, buku kumpulan resep masakan Indonesia yang diterbitkan oleh Departemen Pertanian pada 1967. Buku setebal lebih dari seribu halaman tersebut menghimpun resep dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga menjadi salah satu dokumentasi penting mengenai kuliner Indonesia pada masa itu.Sumber: Open Library – Mustikarasa edisi 1967

Dalam salah satu bagiannya terdapat resep bernama “Kue Kelapa”. Resep tersebut menggunakan tepung jagung, kelapa parut, telur, gula, soda kue, serta parutan kulit jeruk purut. Kelapa terlebih dahulu disangrai, kemudian dicampurkan dengan tepung dan kulit jeruk sebelum dimasukkan ke dalam adonan telur. Setelah adonan didiamkan selama 12 jam, kue kemudian dipanggang dalam oven. Catatan ini menunjukkan bahwa olahan kue kering berbahan kelapa sudah terdokumentasi dalam resep Indonesia setidaknya pada pertengahan abad ke-20.Sumber: Wikisumber – Resep Kue Kelapa dalam Mustikarasa

Kue Kelapa Parut dan Bentuknya yang Dicetak

Selain “Kue Kelapa”, Mustikarasa juga mencatat resep “Kue Kelapa Parut”. Resep ini menggunakan tepung terigu, maizena, gula halus, kuning telur, mentega, kayu manis, serta kelapa parut. Kelapa terlebih dahulu dikeringkan dengan cara dijemur atau disangrai, kemudian adonan diratakan dengan ketebalan sekitar setengah sentimeter dan dicetak menggunakan cetakan kue kering sebelum dipanggang. Cara tersebut memiliki kemiripan dengan karakter kue pada foto yang berbentuk pipih dan memiliki permukaan bertekstur akibat proses pencetakan.Sumber: Wikisumber – Kue Kelapa Parut, Mustikarasa halaman 965

Kelapa sebagai Bahan Penting dalam Kue Tradisional

Penggunaan kelapa dalam kue bukan sesuatu yang asing dalam kuliner Indonesia. Kelapa dapat digunakan dalam berbagai bentuk, seperti santan, kelapa parut segar, kelapa sangrai, maupun kelapa parut kering (desiccated coconut). Kelapa parut kering memiliki aroma dan rasa khas serta banyak dimanfaatkan dalam industri kue dan berbagai produk pangan. Pengolahan kelapa menjadi lebih kering juga membantu menghasilkan bahan yang lebih sesuai untuk berbagai jenis kue kering.Sumber: Kementerian Pertanian – Produk Turunan Kelapa

Baca juga: Resep Kue Kering Kelapa

Perkembangan Kue Kering Kelapa

Seiring berkembangnya pembuatan kue rumahan, kue berbahan kelapa mengalami berbagai variasi. Kelapa dapat dikombinasikan dengan tepung terigu, tepung ketan, mentega atau margarin, telur, gula, hingga bahan tambahan seperti cokelat. Karena itu, istilah kue kering kelapa saat ini dapat merujuk pada banyak bentuk dan resep yang berbeda, bukan hanya satu jenis kue. Berbagai variasi modern seperti coconut cookies, semprit kelapa, sagon kelapa, dan kue kelapa cokelat juga menunjukkan bagaimana bahan tradisional tersebut terus digunakan dalam pembuatan kue kering.Sumber: Liputan6 – Variasi Kue Kering dari Kelapa Parut

Kue Kelapa dalam Tradisi Kue Kering Indonesia

Kue kering memiliki tempat tersendiri dalam kebiasaan menyajikan makanan di rumah, terutama ketika ada tamu atau perayaan tertentu. Kue berbahan kelapa juga memiliki keunggulan berupa aroma yang kuat dan tekstur renyah apabila kelapa diolah dengan tepat. Perkembangan penyimpanan dalam wadah tertutup membuat berbagai kue kering berbahan kelapa semakin mudah disimpan dan disajikan sebagai makanan ringan.

Jenis Kue Kering Kelapa Lain

Kue kering kelapa tidak hanya hadir dalam bentuk seperti pada foto. Salah satu contohnya adalah sagon kelapa, yang dikenal sebagai kue tradisional berbahan dasar kelapa dan tepung. Ada pula semprit kelapa yang menggunakan kelapa sebagai campuran adonan, serta coconut macaroon, jenis kue kelapa yang berkembang dalam tradisi kuliner Barat. Macaroon sendiri memiliki sejarah yang berbeda dari kue kelapa Indonesia dan memiliki akar pada tradisi pembuatan kue berbahan kacang atau kelapa di Eropa.Sumber: American Society of Baking – Sejarah Macaroon

Kesimpulan

Kue kering kelapa pada dasarnya merupakan hasil pemanfaatan kelapa dalam bentuk kue panggang yang berkembang melalui berbagai resep dan teknik pengolahan. Tidak terdapat bukti yang cukup untuk menyebut satu tokoh atau daerah sebagai pencipta kue kering kelapa secara keseluruhan. Namun, keberadaan resep “Kue Kelapa” dan “Kue Kelapa Parut” dalam Mustikarasa yang diterbitkan pada 1967 menjadi salah satu bukti tertulis bahwa kue berbahan kelapa telah menjadi bagian dari dokumentasi kuliner Indonesia sejak setidaknya pertengahan abad ke-20. Bentuk pada foto paling dekat dengan konsep kue kelapa parut yang diratakan, dicetak, dan dipanggang, meskipun resep yang digunakan sekarang dapat mengalami perubahan bahan dan teknik.Sumber utama: Mustikarasa – Kementerian Pertanian, 1967

Konten Lainnya